
Halo...sobat.....
Baru sekali ini saya senang dengan dampak Pemilu yang dilaksanakan hari ini (9 April 2009) merupakan hari pencoblosan..eh maaf maksudnya pencontrengan (menurut aku tuh..yang bener "pencentangan" atau centang).
Kenapa kok aku begitu senang..? lha bagaimana tidak, pada hari ini hampir semua jalan raya di kota Jogja bener-bener sepi,sangat lengang bahkan lebih lengang dari liburan Iedhul Fitri.
Bener2 nikmat,...udara tidak polusi hari ini bahkan sampai jam tengah hari pun suasana bener2 nyaman buat berkendaraan.
Harap maklum...meski Jogja semboyannya BERHATI NYAMAN ,tapi dalam kesehariannya sekarang sudah tidak jauh berbeda dengan kota besar lain macam jakarta,semarang ato surabaya.Macet,puanasnya...,bah...
Pagi hari adalah jam macet di semua ruas jalan,terutama jalan menuju UGM dan UNY demikian juga sore hari.
Pada hari ini saya jadi teringat era tahun 80-an ,jogja adalah kota yang bener2 nyaman .Orangnya ramah2 dan sangat medok..., nyaman buat jalan kaki ke kampus, bersih udaranya,hak pejalan kaki dan orang bersepeda maupun becak masih dihargai...
ahhh...
yang punya gambar :
http://kapankejogjalagi.blogspot.com/
karo...
http://djogjakarta.blogdetik.com
Thursday, April 9, 2009
Enaknya Pemilu tahun ini....
Thursday, July 3, 2008
Festival Kesenian Yogyakarta XX-2008

Buat teman-teman yang kebetulan sedang berlibur di jogjakarta, saat ini sedang dilangsungkan Festival Kesenian Yogyakarta ke XX-2008.
Seperti biasanya FKY berlangsung selama 1 bulan, dan untuk tahun ini berlangsung dari tanggal 7 juni s/d 7 juli 2008.
Untuk jadwal kegiatannya dapat dilihat langsung pada website FKY www.festivalkesenianyogyakarta.com
Seperti tahun2 sebelumnya FKY tahun ini melibatkan juga seniman-seniman dari negara manca,antara lain perancis dan belanda.Hal ini dapat dilihat pada acara
-O Ultimo Momento
TARI dan AKROBAT dari Perancis
-PercuSOUND ! Pesta Musik
Tahap-tahap Kecil Kebahagiaan
-Pementasan Pantomim Bizot
Yang kesemuanya ditampilkan oleh para seniman dari negara Perancis.
Sedangkan seniman dari negeri Belanda akan menampilkan :
Pementasan Ballet “Rotterdam / New York”
Dance Works Rotterdam
Senin 16 Juni 2008.
di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta
Selamat datang di Jogjakarta ...
Wednesday, April 2, 2008
Yogya atau Jogja ?...istimewanya apa tho

Bulan bulan terakhir ini sampe minggu minggu terakhir ini jogja rame demo sebagian rakyatnya menuntut segera disyahkannya UU tentang keistimewaan jogjakarta dan menuntut agar Kanjeng Sri Sultan tetap sebagai gubernur dan Sri Paduka Paku alam sebagai wakilnya.
Dan...sebagian cara pandang rakyat jogja menganggap bahwa itulah sebagian dari keistimewaan Jogjakarta.
Lepas dari rame rame diatas, saya sebagai rakyat Jogja yang tidak pernah ingin diwakili oleh siapapun pendapat saya,hanya ingin memberi suatu pandangan bahwa:
1.Nagari Kasultanan Ngayojokarto Hadiningrat bersama Kadipaten Pakualam sudah komit untuk tetap berdiri sebagai bagian dari NKRI.Titik.
2.Saya pikir sekarang rakyat jogja sudah ngeyel/tidak ta'at terhadap raja-nya.
Buktinya apa ? bukankah sabdo pandito ratu atau atau dawuh (ucapan)raja harus di ikuti rakyat/atau kawulo. Rakyat harus sendiko dawuh (saya dengar saya ta'ati) apa kata raja.
Bukankah sebagian rakyat jogja sering mengatakan "pejah gesang nderek sultan/mati atau hidup ikut sultan".
Nah disinilah saya melihat ketidak konsistenan rakyat jogja terhadap ucapan/prinsip
hidupnya sendiri.
Disaat Kanjeng Sultan menyampaikan wacana tidak ingin beliau dicalonkan lagi sebagai gubernur lha kok rakyate malah ngeyel.
Saya tidak tahu alasan Sultan sebenarnya dan saya juga tidak ingi cari tau.
Tapi wacana Kanjeng Sultan mungkin ada benarnya....ini sejauh pandangan saya yg terbatas. Lha iya sekarang sultan sangat mumpuni dan piawai dlm tata negara dan ngayomi rakyatnya.
Tapi siapa yang tau kwalitas raja yg berikutnya yg dalam kapasitas nantinya sebagai gubernur DIY ?
3.Ke-Istimewaan DIY tidak hanya dari Dwi-tunggal Sultan dan Pakualam, tapi masih banyak ke-istimewaan lain yang tidak tercantum dalam UU.Seperti kearifan masyarakatnya,adat istiadatnya,budaya atau yang lainnya.
Ya kalo saya sih..monggo2 aja gubernur mau dipilih atau dari penetapan sultan sebagai gubernur dan pakualam sebagai wakilnya.
Yang penting adalah esensi dari pemimpin adalah tau kewajiban hakiki terhadap rakyatnya, jarang lho sekarang pemimpin mau lapar sebelum rakyatnya kenyang dulu...
seperti jaman Khulafaur Rosyidin.
Bapak bangsa mengatakan :
“Perbedaan itu Allah yang menginginkan. Makanya berbeda-beda itu tidak apa-apa, asal jangan pecah-belah.”





